TEHERAN – Pemerintah Israel mengklaim telah menewaskan dua tokoh penting Iran, yakni Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani. Pernyataan ini disampaikan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, namun hingga kini belum mendapat konfirmasi resmi dari Iran.
Larijani diketahui menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, sementara Soleimani merupakan komandan milisi Basij yang berada di bawah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Status Larijani Masih Simpang Siur
Di tengah klaim tersebut, media pemerintah Iran sempat mempublikasikan catatan tulisan tangan yang dikaitkan dengan Larijani. Namun, belum ada kepastian apakah dokumen itu merupakan bukti bahwa ia masih hidup.
Dalam catatan tersebut, Larijani mengenang 84 pelaut Iran yang tewas akibat serangan Amerika Serikat di perairan internasional. Pemakaman para korban dijadwalkan berlangsung pada Selasa.
Jika kabar kematiannya terkonfirmasi, Larijani akan menjadi pejabat tertinggi yang terbunuh sejak serangan gabungan Amerika Serikat–Israel yang sebelumnya dilaporkan menewaskan Ali Khamenei beserta sejumlah anggota keluarganya pada awal konflik 28 Februari lalu.
Larijani terakhir kali terlihat di publik saat menghadiri peringatan Hari Al-Quds di Teheran bersama Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Sebagai figur senior, Larijani memiliki rekam jejak panjang dalam politik Iran, termasuk memimpin negosiasi nuklir dengan Barat dan menjabat sebagai Ketua Parlemen.
Israel Sebut Serangan Bagian Strategi Militer
Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, menyatakan bahwa serangan terhadap elite Iran merupakan bagian dari strategi militer yang sedang dijalankan.
“Para pemimpin rezim sedang dieliminasi dan kemampuan mereka dihentikan,” ujarnya melalui media sosial.
Ia menambahkan bahwa militer Israel terus menargetkan kemampuan rudal serta infrastruktur strategis Iran.
Laporan Aljazeera menyebutkan bahwa serangan tidak hanya terjadi di Teheran, tetapi juga meluas ke sejumlah kota lain seperti Ahvaz, Isfahan, dan Shiraz.
Jika klaim tersebut benar, analis menilai operasi ini akan dipandang sebagai keberhasilan strategis besar bagi Israel. Namun, hal itu belum tentu berdampak langsung pada stabilitas rezim di Iran.
Komandan Basij Ikut Diklaim Tewas
Selain Larijani, militer Israel juga mengklaim telah menewaskan Gholamreza Soleimani melalui serangan udara terarah di pusat Teheran.
Serangan itu disebut dilakukan berdasarkan intelijen militer yang presisi. Meski demikian, pihak Iran belum memberikan konfirmasi atas klaim tersebut.
Soleimani, yang lahir pada 1965, diketahui pernah dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan sejumlah negara lain atas dugaan perannya dalam penindasan terhadap oposisi melalui Basij.
Basij merupakan pasukan paramiliter sukarela di bawah IRGC yang dibentuk pasca Revolusi Iran 1979. Organisasi ini memiliki jaringan luas hingga ke tingkat lokal dan kerap dilibatkan dalam pengamanan internal, termasuk penanganan aksi protes.
Dalam konflik yang tengah berlangsung, Basij dan aparat keamanan internal lainnya menjadi salah satu target utama serangan Amerika Serikat dan Israel.
Sejumlah analis menilai strategi yang menyasar tokoh-tokoh kunci Iran lebih bersifat simbolis dan psikologis.
“Selalu ada pemimpin baru yang muncul, sehingga ini tidak serta-merta menunjukkan runtuhnya pemerintahan Iran,” ujar seorang pengamat dari Doha Institute for Graduate Studies.*
