JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat dalam menghadapi dinamika geopolitik global dengan tetap mempertahankan prinsip politik luar negeri bebas aktif dan tidak berpihak pada blok kekuatan mana pun.
Menurut Prabowo, situasi dunia saat ini tengah diwarnai berbagai ketegangan dan konflik di sejumlah kawasan, termasuk di Middle East. Meski Indonesia berada jauh secara geografis dari pusat konflik tersebut, dampaknya tetap dapat dirasakan karena keterhubungan global yang semakin erat.
“Bangsa kita, negara kita berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, non-blok,” ujar Prabowo, seperti dikutip Antara, Senin (9/3/2026).
Presiden menilai kondisi global yang penuh ketidakpastian justru semakin menegaskan pentingnya Indonesia menjaga kemandirian dalam politik luar negeri. Sikap tersebut dinilai memungkinkan Indonesia tetap menjalin hubungan baik dengan berbagai negara tanpa terjebak dalam rivalitas geopolitik.
Menurut Prabowo, Indonesia menghormati seluruh negara dan kekuatan dunia, sekaligus menjaga keseimbangan hubungan diplomatik tanpa harus berpihak dalam konflik internasional.
“Kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri kita menghormati semua bangsa, menghormati semua agama, menghormati semua ras, menghormati semua kelompok etnis,” ujarnya.
Ia menambahkan pendekatan tersebut juga mencerminkan nilai dasar kebangsaan Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman. Prinsip saling menghormati itu, kata Prabowo, menjadi salah satu faktor yang menjaga stabilitas sosial dan politik di dalam negeri.
Menurutnya, Indonesia mampu hidup damai meski memiliki ratusan kelompok etnis dengan latar belakang budaya yang berbeda.
“Inilah yang membuat Indonesia sekarang menikmati kondisi yang damai. Kita bisa hidup berdampingan ratusan kelompok etnis tapi kita bisa rukun,” tandas Prabowo.*
