1 month ago
1 min read

Jemaah Umrah Indonesia yang Terlantar di Jeddah Akhirnya Dipulangkan

Jemaah umrah Indonesia kembali ke tanah air. (Foto: KUH Jeddah)

JEDDAH — Jemaah umrah asal Indonesia yang sempat terlantar di Jeddah, Arab Saudi akhirnya dapat kembali ke Tanah Air setelah mendapat pendampingan intensif dari KJRI Jeddah dan kepastian penerbangan dari maskapai.

Para jemaah yang sempat tertahan selama empat hari diketahui menginap di Ozone Hotel. Mereka berasal dari sejumlah penyelenggara perjalanan umrah, antara lain PT Siap Mandiri Wisata (5 jemaah), Saudaraku (27 jemaah), Jannatul Firdaus (44 jemaah), serta Al Marwah Sebar Baik (13 jemaah).

Selain itu, terdapat pula rombongan jemaah dari Travel Jannah Firdaus yang menggunakan layanan Royal Brunei Airlines dengan jumlah 44 jemaah. Dari total tersebut, terdapat empat anak berusia di bawah tujuh tahun serta lima jemaah lanjut usia berusia 65 hingga 76 tahun.

KJRI Jeddah mencatat, secara keseluruhan terdapat sekitar 80 jemaah yang sempat gagal berangkat dan membutuhkan pendampingan langsung dari perwakilan negara. Para jemaah dijadwalkan terbang kembali ke Indonesia pada Selasa (3/3/2026) malam pukul 21.00 melalui Terminal 1 Bandara Internasional King Abdulaziz, menggunakan pesawat yang sama dari Royal Brunei Airlines.

Maskapai Tanggung Akomodasi dan Konsumsi
Pejabat Teknis Urusan Haji Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Hasyim Hilaby, menegaskan bahwa KJRI Jeddah langsung melakukan komunikasi intensif dengan pihak maskapai untuk memastikan kepulangan jemaah.

“Kami berkoordinasi dengan maskapai agar jemaah segera dipulangkan dengan kepastian jadwal. Alhamdulillah, maskapai Brunei sangat kooperatif,” ujar Hasyim.

Ia menjelaskan, selama masa penantian tersebut, seluruh jemaah ditampung di hotel dengan biaya akomodasi, konsumsi, serta transportasi dari dan ke bandara ditanggung penuh oleh maskapai.

“Selama empat hari jemaah berada di Jeddah, semua kebutuhan dasar mereka dipenuhi. Ini penting agar jemaah tetap merasa aman dan tenang,” tambahnya.

Negara Hadir di Situasi Darurat
KJRI Jeddah juga memastikan pendampingan psikologis kepada jemaah, khususnya anak-anak dan lanjut usia, mengingat kondisi keterlambatan penerbangan berpotensi menimbulkan kelelahan dan kecemasan.

Langkah cepat koordinasi lintas pihak ini dinilai sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya di luar negeri, khususnya dalam situasi darurat penyelenggaraan ibadah umrah.

KJRI Jeddah menegaskan akan terus memantau hingga seluruh jemaah benar-benar kembali ke Tanah Air dengan selamat dan meminta agar penyelenggara perjalanan meningkatkan kesiapan teknis guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.*

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Irjen Kemenhaj Perkuat Soliditas Petugas Demi Sukses Haji 2026

JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat konsolidasi seluruh lini petugas

Kemenhaj-Baznas Sulap DAM Jadi Mesin Ekonomi Umat

BOGOR — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Badan Amil
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88