4 days ago
1 min read

Disiplin dan Integritas Jadi Syarat Mutlak, Sejumlah Peserta Diklat PPIH 2026 Gugur

Kolonel (Purn) Muftiono (kiri) dan Suci Anisa. (Foto: Chairul Akhmad)

JAKARTA — Wakil Komandan Pendidikan dan Pelatihan (Wadan Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Kolonel (Purn) Muftiono, mengatakan kurikulum Diklat PPIH dirancang secara ketat untuk memastikan lahirnya petugas haji yang profesional, disiplin, dan berintegritas.
 
Hal ini ditegaskan Muftiono terkait dengan adanya sejumlah calon petugas yang dipulangkan dan dinyatakan gugur dalam seleksi.
 
Menurut Muftiono, kurikulum yang diterapkan dalam Diklat PPIH 2026 disusun untuk mencapai tujuan utama pendidikan dan pelatihan, yakni membentuk petugas haji yang siap melayani jemaah secara optimal di Arab Saudi.
 
“Kurikulum ini diarahkan pada tujuan utama diklat, yaitu membentuk petugas haji yang disiplin dan berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah,” ujar Muftiono di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
 
Menurut dia, apabila tujuan utama tersebut tidak tercapai, maka hal itu menjadi indikator kegagalan bagi peserta diklat. Karena itu, tidak semua calon petugas haji dapat dinyatakan lulus dan diberangkatkan.
 
Muftiono mengungkapkan, terdapat sejumlah peserta PPIH yang dinyatakan tidak lolos selama proses diklat. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari ketidakdisiplinan, persoalan administrasi, hingga masalah kesehatan.
 
“Sebagian tidak lolos karena faktor absensi, tidak mengikuti pelajaran secara disiplin, tidak memenuhi syarat administrasi, dan juga faktor kesehatan,” jelasnya.
 
Selain itu, ada pula peserta yang mengundurkan diri karena tidak mendapatkan izin dari instansi asal atau karena pertimbangan pekerjaan di kantornya. Namun, keputusan tersebut dilakukan atas kesadaran masing-masing peserta.
 
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Suci Anisa, menyampaikan bahwa sejak awal pelaksanaan Diklat PPIH, pimpinan Kemenhaj telah mengingatkan jika tidak ada jaminan seluruh peserta akan diberangkatkan ke Arab Saudi.
 
“Pada hari pertama pembukaan diklat, bapak Wamen (wakil menteri) sudah menyampaikan bahwa selama kurang lebih 20 hari diklat, tidak bisa dipastikan semua calon petugas haji akan lolos. Ada banyak faktor penentu,” kata Suci.
 
Ia menekankan, salah satu faktor paling fatal yang dapat menggugurkan peserta adalah masalah absensi. Sistem absensi dalam diklat dilakukan secara ketat menggunakan QR Code di setiap kelas.
 
“Ada kasus absensi menggunakan QR, tapi secara fisik yang bersangkutan tidak ada di kelas. Itu termasuk pelanggaran fatal,” ungkapnya.
 
Faktor kesehatan
Selain absensi, faktor lain yang menyebabkan peserta gugur adalah kondisi kesehatan tertentu. Namun terkait penyakit peserta, Suci menegaskan hal tersebut merupakan informasi yang bersifat rahasia.
 
“Salah satu yang paling krusial adalah indikasi penyakit jantung. Tapi detailnya hanya diketahui oleh tim panitia khusus,” ujarnya.
 
Suci juga menyebutkan bahwa evaluasi masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan akan ada peserta yang dicopot dalam waktu dekat berdasarkan hasil penilaian selama diklat.
 
“Kami berharap semua petugas bisa diberangkatkan, tapi berdasarkan hasil diklat, ternyata ada yang tidak memungkinkan. Semua ini demi memastikan pelayanan maksimal bagi jemaah haji 2026,” tegasnya.*

Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Kedepankan Mediasi Berkeadilan dalam Penanganan Aduan Jemaah

JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan komitmennya dalam

Upacara Penutupan Diklat PPIH Tak Dihadiri Presiden

JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara resmi menutup
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88