JAKARTA — Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, akan segera berakhir.
Upacara Penutupan Diklat PPIH dijadwalkan berlangsung pada Jumat (30/1/2026) yang rencananya dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto. Penutupan diklat ini sekaligus menjadi pengukuhan resmi petugas haji yang akan bertugas di Arab Saudi di musim haji 2026.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan peserta diklat yang dikukuhkan dalam upacara penutupan pada Jumat nanti resmi menjadi petugas haji tahun 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Dahnil usai meninjau langsung persiapan Upacara Penutupan Diklat PPIH di Lapangan Markas Komando Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
“Yang mengikuti upacara penutupan besok adalah peserta yang dinyatakan lulus. Mereka itulah yang secara resmi menjadi petugas haji tahun 2026,” ujarnya.
Dahnil berharap Presiden Republik Indonesia dapat hadir dan memberikan pembekalan langsung kepada seluruh peserta yang telah dinyatakan lulus dan akan bertugas pada penyelenggaraan ibadah haji mendatang.
Ia menegaskan bahwa menjadi petugas haji merupakan panggilan pengabdian sekaligus amanah negara yang harus dilandasi dengan niat yang lurus. Tugas utama petugas haji, kata dia, adalah memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, bukan semata-mata sebagai sarana untuk menunaikan ibadah haji.
“Niatnya harus menjadi petugas haji. Hajinya itu bonus, bukan sebaliknya. Jangan sampai tugasnya hanya untuk nebeng naik haji,” tegasnya.
Dahnil menekankan bahwa proses kelulusan peserta diklat sepenuhnya mengikuti ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Penilaian dilakukan secara objektif untuk memastikan hanya petugas yang benar-benar siap yang diberangkatkan.
Bagi peserta yang belum dinyatakan lulus, Dahnil meminta agar tidak berkecil hati dan menjadikan pengalaman diklat sebagai bahan evaluasi untuk kesempatan berikutnya.*
