JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah RI akan mengoptimalkan layanan bagi jemaah haji di Indonesia dalam prosesi wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah dan Mina, yang biasa dikenal dengan sebutan Armuzna. Hal ini dilakukan agar Jemaah haji, terutama lansia dan yang berkebutuhan khusus, dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman dan nyaman.
Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Armuzna 2025, Harun Arrasyid, mengatakan upaya tersebut dilakukan dengan memaksimalkan layanan seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
“Oleh karena itu, kita memiliki rencana bahwa petugas baik itu dari unsur Perlindungan Jemaah (Linjam) maupun dari yang lainnya yang sudah berhaji, akan langsung kita dorong dari pemondokan atau hotel yang ada di Makkah langsung menuju Mina. Nanti berbarengan dengan jemaah-jemaah yang akan bergerak menuju ke Arafah,” ujarnya usai memberikan kepada calon PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Rabu (1/21/2026).
Menurut Harun, tujuan pengerahan petugas haji ke Mina ini untuk mengefektifkan penyambutan dan pemantauan jamaah yang bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah. Demikian pula dengan jemaah dari Muzdalifah ke Mina.
“Diharapkan pos-pos yang nanti ditanggung jawabi oleh teman-teman PPIH bisa maksimal. Meemberikan pemantauan, peninjauan dan juga bantuan-bantuan yang dibutuhkan oleh jemaah kita yang melakukan jamarat di malam pertama, Karena malam pertama itu 10 Dzulhijjah itu malam krusial,” jelas Harun.
“Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan yang menyebabkan terjadinya kelelahan,. Dan juga untuk memberikan pertolongan jika terjadi hal-hal yang bisa membuat jemaah kita membutuhkan pertolongan. Di situlah kita anggap lebih efektif nanti untuk ada pos-pos dari yang sudah berhaji atau petugas yang belum berhaji,” papar Harun.
Ia menambahkan, hal-hal lain terkait tugas PPIH sebelumnya yang dianggap belum efektif juga akan diefektifkan pada tahun ini. Baik itu dari segi penempatan maupun juga dari segi personel yang nanti akan ditempakan di sana.
Harun juga menyebut pelaksanaan diklat PPIH yang digelar Kemenhaj di Asrama Haji Pondok Gede sangat positif untuk membuat para petugas lebih bersinergi satu sama lain. Diklat ini juga penting untuk mempersiapkan mental petugas haji yang akan menjalani tugas berat nanti di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Mina ini lumayan berat. Sehingga dengan adanya latihan yang difokuskan harinya cukup lama sampai 20 hari di sini, dan nanti dilanjutkan dengan seminggu itu dengan online atau virtual, saya rasa ini akan bisa memberikan pembekalan yang lebih maksimal kepada seluruh petugas yang jumlahnya 1.600 orang yang seperti tadi kita laksanakan,” pungkasnya.*
