JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) adalah ujung tombak dalam pelayanan jemaah jamaah haji di Tanah Suci. Keberhasilan PPIH dalam melayani jamaah adalah keberhasilan Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemhaj), demikian pula kegagalan kegagalan PPIH menjadi sebab kegagalan Kemhaj.
“Karena itu, saya selalu pantau. Selalu perhatikan sejauh mana perkembangan petugas haji di sini. Tiap sore, tim melaporkan laporan ke saya,” ujar Menhaj yang biasa disapa Gus Irfan itu dalam apel besar calon PPIH 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (14/1/2026).
Menhaj menyampaikan, hingga hari kelima pendidikan dan latihan (diklat) PPIH di Asrama Haji, terdapat 37 orang petugas yang sakit. Diklat PPIH 2026 ini diikuti 1.500 petugas yang akan bertugas di berbagai layanan jamaah seperti akomodasi, konsumsi, transportasi, perlindungan jamaah (linjam), media center haji (MCH), dan lainnya.
Gus Irfan berharap seluruh petugas agar tetap sehat dan semangat mengikuti diklat hingga 30 Januari nanti.
“Karena ini sehat semua. Masih semangat? Masih siap menjalankan tugas sampai 20 hari ke depan?” tanya Gus Irfan kepada peserta apel, yang diijawab serentak dengan teriakan, “Siap!”
Menhaj menegaskan bahwa apel pagi ini bukan sekadar formalitas, tapi penyatuan sikap dan komitmen. Sejauh ini, kata Menhaj, beberapa peserta dari berbagai unsur dan elemen sudah mulai menyatu dan kompak.
“Itu salah satu yang kita harapkan di sini. Sudah mulai tercampur. Dan insya Allah akan menunjang tugas ibu bapak sekalian di Saudi nanti,’ ujarnya.
Ia juga menyampaikan, sebanyak 100.000 orang yang mendaftar sebagai calon PPIH 2026, dan hanya 1.500 orang yang lulus. Karenanya, ia meminta seluruh calon petugas agar serius dan sungguh-sungguh mengikuti diklat agar nantinya dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.
“Ibu bapak sekalian adalah orang-orang yang terpilih. Orang-orang yang mendapat kesempatan untuk menjadi pelayan tamu Allah. Karena itu, kesempatan ini adalah suatu nikmat. Nikmat berupa diberi kesempatan menjadi petugas haji dan harus bersyukur,” pesannya.
“Cara bersyukur adalah mengikuti kegiatan ini dengan baik. Kemudian berangkat dan akan menjadi pelayan-pelayan tamu Allah yang baik,” sambungnya.
Sebab, lanjut Gus Irfan, jika petugas tidak bersyukur, tentu akan mengecewakan banyak pihak. Mulai keluarga, instansi atau kantor masing-masing, serta umat dan negara.
Menhaj kembali menekankan bahwa PPIH mewakili Kemhaj dan NKRI di Arab Saudi. PPIH, kata dia, harus hadir dalam setiap situasi di sana, dalam tiap situasi yang dihadapi oleh jamaah haji Indonesia.*
