JAKARTA – Pendiri Inisiatif Sabri & Saudara (ISS), Miftah Sabri, menilai pembentukan Danantara sebagai holding BUMN membawa tantangan besar yang memerlukan perubahan signifikan dalam regulasi dan tata kelola aset negara.
“Danantara itu menarik, tapi harus diubah dulu 11 sampai 12 undang-undang. Kalau tidak, sulit untuk menciptakan dampak besar,” katanya di Total Politik.
Ia juga menyoroti sebagian besar aset BUMN yang bernilai tinggi telah dialokasikan ke Danantara, menyisakan aset yang kurang signifikan bagi Erick Thohir, Menteri BUMN.
“Yang kedua, itu yang diambil adalah BUMN dagingnya semua, tinggal tulangnya saja itu. Artinya, kalau memang itu dikelola dan dipimpin oleh Mas Muliaman Hadad, Mas Rosan, dan Pandu misalnya, berarti Mas Erick Thohir kan kebagian yang tulang-tulangnya,” sambungnya.
Menurut Miftah, isu pengelolaan sumber daya manusia dalam Danantara juga menjadi perhatian.
“Yang diperebutkan juga kan kuasa menaruh orang-orang di sana. Padahal yang kita harapkan dengan ada Danantara ini, apa yang bisa dia lakukan dengan portofolio cash di tangan,” ujarnya.*
