2 years ago
2 mins read

Ratu Wilhelmina Nyaris Mengungsi ke Hindia Timur

Ratu Wilhelmina dan putrinya, Juliana, pada 1914. (Foto: Wikipedia)

JAKARTA – Dini hari itu, rakyat Belanda dikagetkan oleh bunyi tembakan-tembakan senjata. Suara itu diiringi oleh dentuman-dentuman bom yang ditembakkan dari moncong meriam atau dijatuhkan dari pesawat di udara.

Di sekeliling mereka, kendaraan-kendaraan lapis baju dan prajurit dengan seragam berwarna abu-abu berbaris dari arah timur.

Pada 10 Mei 1940, rakyat Belanda bangun dengan penuh kesadaran negara mereka baru saja diserbu oleh Nazi Jerman.

Gabungan matra Wehrmacht, angkatan perang Jerman, menyerang mereka dari segala arah. Dan memberikan waktu yang sedikit bagi angkatan perang Belanda untuk merespons.

Sejarah menunjukkan hanya dalam waktu lima hari kepemimpinan militer Belanda menyerah kepada tentara Jerman. Dan pemerintahan serta Ratu Wilhelmina mengungsikan diri ke Inggris.

Tapi berkebalikan dengan respons tentara Belanda yang loyo, Wilhelmina sempat memberikan pidato bersemangat yang berapi-api.

Pada hari yang sama Jerman menyerbu Belanda, Wilhelmina memproklamasikan Vlammend Protest (protes berapi-api kepada Jerman).

Ia memprotes meskipun Belanda bersikap netral dalam konflik Eropa yang baru saja pecah, tentara Jerman tetap saja menyerbu Belanda.

“Tadi malam tentara Jerman tanpa peringatan, menyerang wilayah kita. Kendati janji suci (dari mereka) bahwa netralitas kita akan dihormati selama kita bersikap demikian,” kata Wilhelmina.

Karena itu, Wilhelmina mengutuk tindakan Jerman. “Sekarang saya akan melayangkan protes berapi-api terhadap pelanggaran itikad baik yang tidak terpuji dalam pergaulan antara negara-negara yang terhormat,” sambungnya.

Protes Wilhelmina mendapatkan reaksi yang positif dari publik Belanda dan komunitas internasional. Atas tekadnya yang bulat dalam mempertahankan kedaulatan Belanda, Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill akan memanggil Wilhelmina ‘satu-satunya pria jantan di pemerintahan Belanda’, nantinya.

Menariknya, respons positif tidak hanya diterima Wilhelmina dari rekan-rekan sebangsanya dan negara-negara Eropa lainnya yang kontra terhadap ambisi ekspansionis Jerman. Tapi secara mengejutkan, warga jajahan Belanda di Hindia Timur juga memberikan simpati terhadap Wilhelmina.

Peneliti sejarah, Christopher Reinhart, dalam bukunya Mempertahankan Imperium: Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer dan Akhir Hindia Belanda menyebut rakyat Hindia Timur memandang Belanda sebagai negara kecil yang dengan berani melawan Jerman yang lebih besar.

Bukan hanya warga Eropa saja, tapi kalangan pribumi juga menunjukkan simpati mereka kepada nasib malang yang menimpa negeri induk Belanda. Bahkan, tokoh-tokoh pergerakan nasional seperti Agus Salim, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Sukarno mengumumkan dukungan mereka kepada Belanda.

“Kondisi ini disebut sebagai Semangat Mei 1940. Karena banyak sekali pejuang kebangsaan bumiputra Hindia Belanda mengubah nada politiknya, dan mulai berusaha untuk berdiri di belakang pemerintah Hindia Belanda,” tulis Reinhart.

Melihat kondisi ini, Gubernur Jenderal Tjarda mengusulkan agar Ratu Wilhelmina dibawa ke Hindia Timur. Gubernur Jenderal percaya langkah tersebut bisa meningkatkan moral dan kesetiaan warga pribumi di Hindia Timur terhadap Belanda.

Tapi, masukan itu ditolak oleh pemerintahan pengasingan Belanda di Inggris. Peneliti Susan Abeyasekere menilai penolakan itu dilandasi dua hal.

Pertama, orang Belanda masih merasakan rasa superioritas kebudayaan yang menempatkan mereka di atas orang-orang pribumi.

Kemudian, ada alasan politik. Belanda tidak mau memberikan kemandirian, atau otonomi lebih bagi Hindia Timur di saat pemerintahannya sendiri sedang dalam pengasingan.

Tjarda menyarankan agar Belanda yang habis kehilangan negeri induknya, mendekatkan diri kepada warga pribumi dengan semangat perluasan kemandirian.

Apabila dilakukan, maka Hindia Timur dalam waktu dekat akan menjadi negara yang bisa mengatur wilayahnya sendiri. Hal itu akan mengakibatkan Belanda tidak memiliki lagi wilayah untuk diperintah.

Gabungan superioritas dan ketidakacuhan pada simpati pribumi, dan keengganan atas kehilangan wilayah untuk diperintah, membuat Belanda menepis rencana mendatangkan Ratu Wilhelmina ke Hindia Timur.

Dengan tidak diterimanya masukan Tjarda, kesempatan Belanda untuk membangun aliansi yang bermakna dengan warga pribumi juga hilang.* (Bayu Muhammad)

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Westerling Benci Orang Jawa

JAKARTA – Wartawan senior, Panda Nababan, pernah mewawancarai Kapten Raymond

Penjajahan Hindia Belanda Disorot Karl Marx

JAKARTA – Karl Marx melihat kapitalisme di Eropa saat itu sebagai akibat
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88