2 years ago
7 mins read

Mangrove dan Cemara Laut Sang Penjaga Pantai

Relawan SIBAT Kelurahan Baru, Kecamatan Reok, memantau tanaman mangrove di Pantai Nanga Banda. (Foto: Chairul Akhmad)

Manggarai Mangrove Center

Menyadari minimnya pengetahuan masyarakat tentang risiko dan mitigasi bencana, PMI Kabupaten Manggarai bergerak ke Kelurahan Baru dan membentuk SIBAT. Salah satu program utama SIBAT di wilayah ini adalah menanam mangrove di pantai. Hal ini dilakukan untuk menahan air laut saat rob.

Ketua SIBAT Kelurahan Baru Baco mengatakan, SIBAT di Kelurahan Baru telah terbentuk tiga tahun lalu. Selain penanaman mangrove, program lain yang dilakukan SIBAT adalah penyusunan rancangan dan mitigasi bencana.

“Kami aktif melakukan kampanye ke masyarakat. Bahkan warga juga aktif melakukan kerja bakti dengan kami,” katanya.

Baco menambahkan, program penanaman mangrove di tepi pantai dilakukan sejak setahun lalu. Tim SIBAT melakukan pembibitan sendiri dari pohon-pohon mangrove yang sudah ada di tepi pantai.

“Pohon mangrove itu ketika musim berbuah, buahnya jatuh ke tanah. Ia lantas bertunas. Di tunas-tunas kecil yang mulai bertumbuh itu kami mengambil benihnya untuk kami tanam kembali di rumah bibit,” tuturnya.

Selain melibatkan warga dalam penanaman mangrove, SIBAT juga mengajak anak-anak sekolah dan kelompok gereja untuk turut serta. “Kami undang mereka untuk bersama-sama menanam bibit di mangrove di lahan seluas 16 hektare. Hingga kini kami telah menanam 15.000 bibit mangrove,” ungkap Baco.

Di lain pihak, Tommy menyebut kawasan Pantai Nanga Banda di mana kebun bibit SIBAT Kelurahan Baru berada, layak dijadikan sebagai pusat Manggarai Mangrove Center (MMC). Lokasi ini dikelola oleh dua kelurahan, yakni Kelurahan Baru dan Reo.

“Sudah ada desain Manggarai Mangrove Center itu. Sudah dipetakan. Nanti mangrove jenis ini akan ditanam di sini. Makanya teman-teman SIBAT memindahkan rumah bibit mereka ke sini,” kata Tommy.

MMC merupakan salah satu program lain yang digagas PMI di Kelurahan Baru dan Reo. Program ini telah berjalan sejak empat bulan lalu. Namun, ada tantangan tersendiri saat menjadikan Pantai Nanga Banda sebagai pusat MMC.

Pertama, binatang ternak yang kerap memakan bibit-bibt mangrove yang ditanam SIBAT dan warga. Walau sudah dilindungi pagar, namun ternak seperti sapi dan kambing tetap bisa masuk ke dalam rumah bibit dan memakan pohon mangrove yang masih kecil. “Pemilik ternak sudah dipanggil, tapi tetap saja mereka melepas ternak,” timpal Baco.

Ia menuturkan, pemilik tak ada di lokasi pantai tapi di rumahnya di Kota Reo. Mereka hanya datang pagi dan sore, membuka dan menutup kandang yang terletak tak jauh dari rumah bibit. Ternak dibiarkan berkeliaran mencari makan sendiri tanpa diawasi. “Berhubung wilayah ini aman karena tak ada pencurian ternak, maka warga merasa aman melepas ternak mereka,” lanjut Baco.

Relawan SIBAT Kecamatan Baru, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT merawat pohon cemara laut yang mereka tanam di tepi pantai. (Foto/Chairul Akhmad)

Tantangan kedua adalah masalah kepemilikan lahan yang begitu mudah diklaim warga sebagai miliknya. Saat mengetahui bahwa kawasan Pantai Nanga Banda memiliki potensi yang cukup bagus, warga sekitar tiba-tiba mengklaim bahwa lokasi tersebut sebagai tanah milik mereka.

Tommy menegaskan bahwa kawasan ini dalam penguasaan pemerintah. “Ini tanah pemerintah, kami sudah konfirmasi. Sebelum kami mulai pertama, kami dapat peta wilayah konservasi. Dan itu ada di tata ruang kecamatan. Kami sudah lihat juga,” ujarnya.

Dalam kawasan konservasi, lanjut Tommy, orang tidak bisa sembarangan menebang atau memotong pepohonan. Ia bahkan pernah melaporkan warga kepada pihak aparat berwajib karena menebang pepohonan di sekitar lokasi MMC. Ia juga meminta relawan SIBAT untuk mengawasi dan melaporkan siapa saja yang mencoba merusak kawasan konservasi.

Selain penanaman mangrove, relawan SIBAT Kelurahan Baru juga menanam bibit pohon cemara laut di pantai. Hingga kini mereka telah menanam sebanyak 194 bibit pohon. Bibit cemara laut ini diambil dari Kabupaten Manggarai Timur. Para relawan bersyukur ternyata bibit-bibit pohon tersebut bisa tumbuh di tanah pantai yang berpasir.

“Kami mendapatkan apresiasi setelah berkali-kali menanam bibit cemara laut ini. Sebab, sebelumnya semua bibit yang ditanam pada mati . Makanya setiap hari kami  menjaga terus,” kata Baco.

PMI dan SIBAT berharap sekecil apa pun upaya yang mereka lakukan dalam penanganan risiko bencana di Kelurahan Baru akan bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Mereka juga mengharapkan dukungan warga dan pemerintah dalam upaya-upaya mitigasi bencana yang lebih baik lagi di kemudian hari.*

Baca juga: Wae Pesi yang Ramah juga ‘Pemarah’

 

Komentar

Your email address will not be published.

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kisah Antara Dua Desa

Namun, Fransiskus mengungkapkan, ada satu kendala cukup signifikan yang tengah

Wae Pesi yang Ramah juga ‘Pemarah’

Taufiq juga mengungkapkan, bahwa dalam tiap kegiatannya SIBAT selalu berkoordinasi
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88