3 months ago
2 mins read

Pos Nabawi Jadi Penyelamat Jemaah yang Terpisah Rombongan dan Kehilangan Sandal

Petugas Seksus Nabawi membantu jemaah untuk masuk Raudhah melalui aplikasi Nusuk. (Foto: Chairul Akhmad)

MADINAH — Di tengah lautan manusia yang memadati Masjid Nabawi setiap hari, keberadaan pos layanan jemaah Indonesia menjadi titik penting yang sering kali tak terlihat, tetapi sangat dibutuhkan.

Sektor Khusus Nabawi menyiapkan lima pos pelayanan untuk membantu berbagai persoalan jemaah, mulai dari terpisah rombongan hingga kehilangan sandal.

Kepala Sektor Khusus Nabawi, Muhammad Thoriq, mengatakan lima pos tersebut tersebar di sejumlah pintu strategis Masjid Nabawi.

“Di sektor khusus Nabawi kita menyediakan 5 pos untuk pelayanan jemaah haji. Yang pertama pos 1 di pintu 336 di belakang kita ini, kemudian di pintu 328, lalu di pintu 310 pos 3, kemudian di pintu 365 dan pintu 360,” ujar Thoriq.

Pos-pos itu dijaga berbagai unsur petugas yang memiliki tugas berbeda, namun bekerja dalam satu sistem pelayanan terpadu.

“Petugas yang berada di pos-pos terdiri dari tusi linjam, tusi PKP3JH, dan tusi lansia serta disabilitas,” katanya.

Meski memiliki pembagian tugas masing-masing, Thoriq menegaskan pelayanan di lapangan dilakukan dengan prinsip multitasking. Semua petugas dituntut siap membantu kebutuhan jemaah apa pun kondisinya.

“Semua dibutuhkan jemaah. Kita di sini menerapkan prinsip multitasking. Siapapun yang berada di situ, apakah tusi linjam, tusi PKP3JH, maupun tusi landis, semuanya sama-sama melayani jemaah, apakah jemaah tersebut lansia, disabilitas, dan sebagainya,” jelasnya.

Lupa jalan pulang
Memasuki masa pendorongan jemaah dari Madinah menuju Makkah, sejumlah persoalan disebut mulai berkurang. Kasus jemaah tersasar maupun lupa jalan pulang tidak lagi sebanyak hari-hari awal kedatangan.

“Untuk saat ini permasalahan seperti jemaah tersasar, lupa jalan pulang, kemudian pisah rombongan, alhamdulillah sudah berkurang,” ujar Thoriq.

Namun, ada satu persoalan yang masih menjadi perhatian petugas: jemaah yang nekat tetap datang ke Masjid Nabawi saat masa persiapan keberangkatan, lalu lupa jalan kembali ke hotel.

“Yang kita waspadai adalah jemaah yang saat pendorongan masih ada yang nekat ke Masjid Nabawi. Kemudian setelah itu yang bersangkutan lupa jalan pulang. Nah, ini yang menjadi problem sebenarnya, tetapi sejauh ini persoalan tersebut sangat minimalislah,” katanya.

Selain persoalan tersasar dan terpisah rombongan, ada satu masalah klasik yang ternyata cukup sering terjadi: sandal hilang atau lupa ditaruh di mana. Karena itu, setiap pos layanan kini menyediakan sandal cadangan bagi jemaah.

“Lalu lupa menaruh sendal, sehingga kita di setiap pos-pos selalu menyediakan sandal cadangan untuk para jemaah supaya kaki mereka tidak melepuh, yang kemudian akan merugikan mereka ketika akan melaksanakan ibadah utama haji, yaitu di Armuzna nanti,” ujar Thoriq.

Menurutnya, persoalan kesehatan juga menjadi salah satu keluhan yang paling sering ditemui petugas di lapangan. “Antara lain kesehatan juga memang menjadi keluhan,” katanya.

Persiapan gelombang kedua
Menjelang kedatangan jemaah gelombang kedua, Sektor Khusus Nabawi juga mulai bersiap menghadapi potensi persoalan yang sama. Thoriq menyebut secara umum karakteristik jemaah gelombang pertama dan kedua tidak jauh berbeda.

“Sebenarnya secara umum tidak ada perbedaan khusus antara gelombang satu maupun gelombang kedua. Permasalahannya juga pasti sama, yaitu antara lain lupa jalan pulang, terpisah rombongan, kemudian lupa menaruh sendal, barang-barang yang tercecer, dan sebagainya,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Thoriq mengingatkan jemaah agar mulai menjaga kondisi fisik menjelang fase puncak haji di Armuzna.

“Imbauan kami adalah agar para jemaah mempersiapkan diri sebaik-baiknya, jaga kesehatan, dan tidak memporsir tenaga berlebihan. Karena ibadah pokok nanti di Armuzna itu sangat membutuhkan kekuatan fisik dan kesehatan yang prima.”

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Perkuat Kemitraan Rantai Pasok Haji dengan Saudi

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong penguatan kemitraan strategis

Kemenhaj Teguhkan Nasionalisme Lewat Doa Kebangsaan

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengikuti Doa dan Zikir
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88