TUNIS — Paviliun Indonesia mencatat capaian impresif dalam ajang Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40. Sebanyak 80.000 pengunjung tercatat memadati paviliun yang menampilkan ragam karya intelektual dan budaya Nusantara tersebut.
Kedutaan Besar Republik Indonesia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Tunisia atas sambutan hangat yang diberikan.
“Kedutaan Besar Republik Indonesia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Tunisia, Yang Mulia Presiden Kais Said dan Menteri Kebudayaan Tunisia, Amina Srarfi, serta seluruh warga Tunisia,” kata Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi.
Zuhairi menilai, partisipasi Indonesia sebagai Tamu Kehormatan dalam pameran ini dinilai menjadi momentum strategis dalam memperkuat relasi kedua negara.
“Indonesia sebagai Tamu Kehormatan Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 menjadi momen bersejarah dalam memperkokoh hubungan bilatetal Indonesia-Tunisia,” lanjutnya.
Mengusung tema “Indonesia Tunisia Sahabat”, paviliun Indonesia tak sekadar menghadirkan buku, tetapi juga menegaskan jejak historis hubungan kedua bangsa. Tema ini merujuk pada kedekatan antara dua tokoh pendiri negara, Presiden Sukarno dan Presiden Habib Bourguiba.
“Paviliun Indonesia mengambil tema, ‘Indonesia Tunisia Sahabat’ dalam rangka mengenang sekaligus melanjutkan persahabatan antara Presiden Sukarno, Bapak Proklamtor Indonesia dan Presiden Habib Bourgaiba, Bapak Proklamator Tunisia,” tegas Zuhairi.
Selain karya pemikiran dalam berbagai bahasa—Arab, Inggris, Perancis, dan Indonesia—paviliun juga menyuguhkan kekayaan budaya Tanah Air. Mulai dari musik, tarian, hingga kopi dan kuliner khas Nusantara diperkenalkan kepada publik Tunisia.
“Kami mengetengahkan karya-karya para pemikir Indonesia dalam bahasa Arab, Inggris, Perancis, dan Indonesia. Kami juga mengetengahkan musik, tarian, kopi, dan makanan Nusantara,” ungkapnya.
Diplomasi budaya yang dihadirkan Indonesia dalam forum ini diyakini menjadi jembatan yang mempererat hubungan bilateral.
“Kami percaya, bahwa diplomasi yang dibangun di atas pershabatan akan membuahkan hasil manis untuk kemaslahatan kedua negara,” lanjut Zuhairi.
Dengan capaian puluhan ribu pengunjung, KBRI menilai keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini sebagai tonggak penting hubungan kedua negara.
“Sekali lagi, momen bersejarah ini kami akan catat dengan tinta emas sebagai momen yang akan memperkokoh hubungan bilateral kedua negara, Indonesia-Tunisia. Terima kasih, Tunisia,” tandasnya.*
