TANGERANG — Komitmen solidaritas kemanusiaan terhadap Palestina kembali ditunjukkan oleh relawan Indonesia. Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) secara resmi memberangkatkan enam relawan dalam misi pelayaran internasional bertajuk Global Sumud Flotilla 2.0 yang bertujuan menembus blokade Jalur Gaza.
Pelepasan relawan dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (8/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Koordinator GPCI Maimon Herawati bersama Dewan Pengarah GPCI Muhammad Husein serta delegasi Indonesia Adhin Abdul Hakim dan Marsha Chikita Fawzi menyampaikan keterangan pers sebelum keberangkatan.
Dalam pernyataannya, Maimon Herawati menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam misi ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap perjuangan kemanusiaan rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi blokade dan krisis berkepanjangan.
“Ini bukan sekadar perjalanan, tetapi panggilan kemanusiaan. Kami membawa pesan solidaritas dari rakyat Indonesia untuk saudara-saudara kami di Gaza,” ujarnya.
Sebanyak enam relawan yang diberangkatkan dalam kloter kedua ini terdiri dari Maimon Herawati, Muhammad Husein, Chiki Fawzi, Shafawi, Adhin Abdul Hakim, dan Gandi. Mereka dijadwalkan akan bergabung dengan para peserta internasional lainnya di Barcelona sebelum memulai pelayaran menuju wilayah perairan Gaza.

Misi Global Sumud Flotilla 2.0 merupakan bagian dari gerakan solidaritas global yang melibatkan aktivis kemanusiaan dari berbagai negara. Pelayaran ini bertujuan menyalurkan bantuan sekaligus menarik perhatian dunia internasional terhadap situasi kemanusiaan di Gaza yang masih berada di bawah blokade.
Dewan Pengarah GPCI, Muhammad Husein, menyampaikan bahwa keikutsertaan relawan Indonesia juga membawa misi diplomasi kemanusiaan, yakni menggalang dukungan global agar akses bantuan kemanusiaan ke Gaza dapat dibuka secara luas dan berkelanjutan.
“Harapannya, misi ini mampu menggugah kesadaran dunia internasional bahwa krisis di Gaza membutuhkan solusi nyata, termasuk pembukaan jalur bantuan yang aman,” kata Husein.
Sementara itu, kehadiran figur publik seperti Marsha Chikita Fawzi atau Chiki Fawzi dinilai menjadi bagian penting dalam menguatkan gaung kampanye kemanusiaan, khususnya di kalangan generasi muda.
Pelayaran Global Sumud Flotilla 2.0 dijadwalkan melibatkan berbagai kapal sipil yang membawa bantuan kemanusiaan dan aktivis dari berbagai negara. Misi ini juga menjadi simbol perlawanan damai terhadap blokade yang telah berlangsung bertahun-tahun di Gaza.
Keberangkatan relawan Indonesia ini diharapkan tidak hanya memperkuat solidaritas global, tetapi juga menjadi pengingat bahwa isu kemanusiaan di Gaza masih membutuhkan perhatian serius dari masyarakat internasional.*
