JAKARTA — Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mulai membuka kartu soal rencana pengadaan jet tempur generasi kelima KAAN dari Turki. Pemerintah memastikan pembelian dilakukan lewat skema pinjaman luar negeri (PLN), sinyal kuat bahwa proyek ini bukan sekadar wacana, melainkan sudah masuk tahap awal realisasi.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan kontrak awal pengadaan KAAN telah diteken, meski jumlahnya masih terbatas. Saat ini, prosesnya tengah bergulir melalui mekanisme pembiayaan bersama Kementerian Keuangan.
“Untuk KAAN, sudah ada kontrak awal dalam jumlah terbatas yang saat ini masih dalam proses aktivasi melalui mekanisme pinjaman luar negeri,” ujar Rico seperti dilaporkan Antara, Kamis (2/2/2026).
Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa Indonesia resmi masuk dalam antrean pengguna jet tempur canggih buatan Turkish Aerospace Industries tersebut—sebuah langkah strategis di tengah dinamika kekuatan militer kawasan.
Namun, pemerintah masih menahan detail. Baik jumlah pasti pembelian maupun nilai anggaran belum diungkap secara terbuka. Kemenhan hanya memberi sinyal bahwa pengadaan akan dilakukan bertahap, menyesuaikan kemampuan fiskal dan kebutuhan operasional TNI.
“Pengadaan akan dilakukan bertahap sesuai kesiapan anggaran dan kebutuhan TNI,” kata Rico.
Di luar pernyataan resmi, spekulasi sudah lebih dulu beredar. Informasi yang beredar di kalangan pengamat pertahanan menyebut Indonesia berencana memboyong hingga 48 unit KAAN, dengan pengiriman perdana diproyeksikan mulai 2032.
Angka ini juga muncul dari unggahan akun Instagram @isds.indonesia, yang mengklaim kontrak diteken saat pameran pertahanan IDEF di Istanbul pada pertengahan 2025. Nilainya pun tidak kecil: disebut mencapai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 251 triliun.
Meski belum dikonfirmasi resmi, besarnya nilai tersebut menegaskan satu hal: ambisi modernisasi alutsista Indonesia kini memasuki fase serius—dengan taruhan besar pada teknologi tempur generasi terbaru dan skema pembiayaan global.*
