2 years ago
1 min read

Mogok Pertama di Hindia Belanda

Pekerja China di Batavia di era kolonial. (Foto: Wikimedia)

JAKARTA – Hindia Belanda menjadi panas saat Tahun Baru Tionghoa 1912. Polisi melarang pengibaran bendera Republik Tiongkok yang baru saja melancarkan revolusi terhadap kekuasaan Dinasti Qing. Hal itu memprovokasi orang-orang Tionghoa yang tinggal di Hindia Belanda.

Waktu itu, mereka mendapatkan rasa kebanggaan yang baru dengan meledaknya Revolusi Tiongkok. Setelah sekian lama menyaksikan kemunduran bangsa Tiongkok, mereka kini berharap akan kemajuan dan kejayaan pada masa mendatang. Dan itu membangkitkan rasa percaya diri di kalangan mereka.

Rasa percaya diri tersebut diwujudkan dengan pengibaran bendera Republik Tiongkok.

Tapi, nasionalisme baru orang-orang Tionghoa di Hindia Baru nyatanya menciptakan ketidaktertiban di masyarakat.

Setelah mendapatkan kebanggaan dan kepercayaan diri, mereka menjadi berani untuk menuntut penghormatan lebih dari rakyat pribumi. Seperti meinta untuk disapa ‘tuan’ dan diberi hormat seperti orang-orang Belanda.

Hingga akhirnya, dalam suatu upaya untuk mengendalikan gairah nasionalisme yang sedang berkobar, kepolisian Hindia Belanda melarang pengibaran bendera Republik Tiongkok saat Tahun Baru Tionghoa 1912.

Takashi Shiraishi dalam Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926 menceritakan tanggapan masyarakat Tionghoa secara rinci. Mereka memutuskan untuk melakukan mogok yang pertama dalam sejarah Hindia Belanda.

Setelah diumumkannya pelarangan yang telah disinggung, seluruh komunitas Tionghoa di Surabaya menutup toko-toko mereka untuk beberapa hari.

Hal itu segera mendatangkan masalah bagi masyarakat Hindia Belanda dan pihak yang berwenang.

Mogoknya orang-orang Tionghoa dengan menutup toko-toko mereka menyulitkan rakyat pribumi ketika ingin membeli kebutuhan sehari-harinya seperti beras.

Permasalahan itu ternyata tidak mendapatkan penyelesaian yang damai. Orang-orang Tionghoa tidak membuka toko mereka dan rakyat pribumi yang kesulitan tidak menoleransi pemogokan tersebut.

Shiraishi menyebutkan adanya insiden penjarahan dan pemukulan oleh orang-orang pribumi yang menimpa masyarakat Tionghoa di seantero Pulau Jawa. “Sejumlah bumiputra yang dongkol menyerang toko-toko Tionghoa dengan memukuli pemiliknya,” tulisnya.

Insiden seperti itu tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga di Bangil dan Cirebon di mana pemogokan orang-orang Tionghoa hingga menutup toko mereka memunculkan konflik dengan orang-orang pribumi dan Arab.

Peristiwa tersebut menunjukkan kekuatan aksi mogok kepada rakyat pribumi. Mereka melihat kemampuan aksi itu melumpuhkan kegiatan ekonomi dan mengganggu kehidupan masyarakat. Sesuatu yang apabila dilakukan bisa membuat pemerintahan Hindia Belanda risih.

Tidak lama setelah itu, petani-petani di beberapa perkebunan tebu di Jawa Tengah melakukan aksi mogok. Mereka menolak untuk kerja paksa di perkebunan-perkebunan itu. Rakyat pribumi di Hindia Belanda kini mengenal mogok.* (Bayu Muhammad)

Komentar

Your email address will not be published.

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global
Go toTop

Jangan Lewatkan

Westerling Benci Orang Jawa

JAKARTA – Wartawan senior, Panda Nababan, pernah mewawancarai Kapten Raymond

Penjajahan Hindia Belanda Disorot Karl Marx

JAKARTA – Karl Marx melihat kapitalisme di Eropa saat itu sebagai akibat
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88