BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi kembali menghadirkan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan melalui program Layanan Mustahik Ramah Lansia untuk asnaf Ibnu Sabil. Program ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga menjadi solusi bagi warga yang mengalami kesulitan dalam perjalanan.
Penerima manfaat kali ini adalah Greini Andriani (60), seorang ibu dua anak asal Lingkungan Kantin RT 01 RW 08, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Ia datang ke Kota Bekasi dengan harapan bertemu sanak keluarganya untuk meminta bantuan modal usaha.
Berbekal uang sebesar Rp300 ribu yang diperoleh dari hasil meminjam kepada tetangganya di kampung, Greini berangkat menuju Kota Bekasi. Namun harapannya tidak berjalan sesuai rencana. Alamat yang dituju sulit ditemukan, sementara nomor telepon yang dimilikinya tidak dapat dihubungi.
Selama hampir 10 hari, Greini berkeliling Kota Bekasi mencari keberadaan keluarganya. Seluruh bekal yang dibawanya habis untuk kebutuhan makan dan transportasi. Dalam kondisi kebingungan dan tanpa biaya untuk kembali ke kampung halaman, ia akhirnya mendatangi Polres Metro Bekasi Kota untuk memohon pertolongan.
“Petugas kepolisian kemudian memberikan surat pengantar agar Greini mendapatkan bantuan dari BAZNAS Kota Bekasi,” kata Greini saat ditemui di kantor Baznas, Selasa (30/6/2026).

Setibanya di Kantor BAZNAS Kota Bekasi di Jalan Belut Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Greini diterima oleh petugas layanan mustahik. Setelah mendengarkan kisah yang dialaminya, BAZNAS langsung memberikan layanan kepada Greini sebagai penerima manfaat kategori asnaf Ibnu Sabil.
Wakil Ketua BAZNAS Kota Bekasi Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Ahmad Tasori, bahkan mengantar Greini secara langsung menuju Stasiun Bekasi agar dapat kembali ke kampung halamannya dengan aman.
Dalam perjalanan menuju stasiun, keduanya berbincang hangat. Greini menceritakan perjuangan hidupnya sebagai seorang ibu yang tetap berusaha mencari tambahan modal demi mempertahankan usahanya. Sementara itu, Ahmad Tasori memberikan semangat agar ia tidak kehilangan harapan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.
Ahmad Tasori mengatakan bahwa pelayanan kepada Greini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Bekasi dalam memuliakan para mustahik, khususnya mereka yang masuk dalam kategori asnaf Ibnu Sabil, yakni orang yang mengalami kesulitan atau kehabisan bekal dalam perjalanan.
“Layanan ini merupakan amanah dari para muzaki, munfik, dan muhsinin yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Kota Bekasi. Berkat kepedulian mereka, kami dapat hadir membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk para musafir yang mengalami kesulitan di perjalanan,” ujar Ahmad Tasori.
Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Kota Bekasi terus berupaya menghadirkan pelayanan yang cepat, humanis, dan ramah terhadap kelompok rentan seperti lansia, sehingga mereka dapat memperoleh pertolongan dengan layak dan bermartabat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfik, dan para muhsinin yang telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan telah menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” katanya.
Ahmad Tasori juga mengajak masyarakat Kota Bekasi untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Bekasi agar semakin banyak mustahik yang dapat dilayani.
“Mari bersama-sama menjadi bagian dari ikhtiar memuliakan sesama. Semoga semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak mustahik, termasuk para lansia dan asnaf Ibnu Sabil yang membutuhkan uluran tangan,” tutupnya.***
