1 month ago
1 min read

Perkuat Kerja Sama Intelijen, DPR Ingatkan Potensi Jalur Baru Narkoba ke Indonesia

Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini. (Foto: Dpr.go.id)

JAKARTA, Total Politik — Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai pemerintah perlu segera memperkuat kerja sama intelijen internasional guna mengantisipasi munculnya jalur baru penyelundupan narkoba ke Indonesia. Peringatan itu disampaikan menyusul tewasnya gembong narkoba asal Meksiko, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho.

Amelia mengatakan, informasi Badan Narkotika Nasional (BNN) mengenai keterkaitan bandar narkotika di Meksiko dengan jaringan penyelundupan ke Indonesia menambah dimensi ancaman keamanan yang kian kompleks. Menurutnya, dinamika kejahatan narkotika global tidak bisa dipandang sebagai persoalan yang jauh dari Indonesia.

“Situasi seperti ini justru bisa membuka celah baru distribusi narkotika ke pasar-pasar yang sudah teridentifikasi, termasuk Indonesia. Karena itu, pendekatannya harus dilakukan secara terintegrasi antara diplomasi, intelijen, dan penegakan hukum,” ujar Amelia di Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan, pengalaman internasional menunjukkan bahwa kematian seorang figur sentral dalam jaringan kartel narkoba tidak serta-merta menghentikan aktivitas kejahatan terorganisasi. Sebaliknya, kondisi tersebut sering kali memicu fragmentasi kelompok, perebutan kekuasaan internal, dan munculnya faksi-faksi baru yang lebih agresif mencari pasar dan jalur distribusi alternatif.

“Dalam banyak kasus, jatuhnya seorang pemimpin kartel justru membuat jaringan menjadi lebih cair dan sulit diprediksi. Ini yang harus diantisipasi oleh aparat keamanan kita,” katanya.

Selain penguatan kerja sama intelijen lintas negara, Amelia juga mendorong pemerintah meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk strategis Indonesia, baik pelabuhan laut, bandara internasional, maupun jalur-jalur perbatasan yang rawan dimanfaatkan sindikat narkotika. Pertukaran data intelijen dan penegakan hukum dengan negara mitra, menurutnya, harus diperdalam dan dilakukan secara berkelanjutan.

Peristiwa di Meksiko tersebut, lanjut Amelia, menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap Indonesia tidak selalu hadir dalam bentuk konflik bersenjata atau ancaman militer konvensional. Jaringan kriminal transnasional, seperti kartel narkoba, bergerak dinamis mengikuti perubahan situasi global dan mampu menembus batas-batas negara.

“Negara harus hadir secara proaktif, baik untuk melindungi warga negaranya maupun menjaga kedaulatan dari ancaman narkotika lintas batas. Keamanan WNI dan ketahanan nasional harus berjalan beriringan melalui respons yang cepat, terkoordinasi, dan berbasis analisis risiko yang komprehensif,” tegasnya.

Sebelumnya, Pasukan Khusus Angkatan Darat Meksiko dilaporkan menewaskan tujuh anggota Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), termasuk pemimpinnya El Mencho, dalam operasi militer di negara bagian Jalisco pada Minggu (22/2).

Kementerian Pertahanan Meksiko menyebutkan operasi tersebut digelar di wilayah Tapalpa, yang dikenal sebagai salah satu basis kuat CJNG. Operasi dilakukan dengan dukungan Garda Nasional, badan intelijen nasional, Kejaksaan Agung, serta pesawat Angkatan Udara Meksiko, dalam upaya menangkap Oseguera yang selama ini masuk daftar buronan utama.

Perkembangan ini menjadi sorotan internasional, termasuk bagi Indonesia, mengingat potensi dampaknya terhadap peta peredaran narkotika global dan kemungkinan pergeseran jalur distribusi ke kawasan Asia Tenggara.*

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

DPR: TNI Masuk Bunker di Lebanon Langkah Taktis

JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88