4 hours ago
1 min read

GP Ansor Kota Bekasi Dorong BAZNAS RI Utamakan Kompetensi dalam Penunjukan Pimpinan

Yusril Nager, Wakil Ketua PC GP Ansor Kota Bekasi. Dok

KOTA BEKASI — Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bekasi meminta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI agar mengedepankan aspek kompetensi, integritas, dan kapasitas kepemimpinan dalam menentukan pimpinan BAZNAS Kota Bekasi ke depan.

Wakil Ketua PC GP Ansor Kota Bekasi, Yusril Nager, menilai kinerja BAZNAS Kota Bekasi saat ini belum menunjukkan perkembangan signifikan dan masih berjalan stagnan tanpa inovasi yang berdampak luas terhadap optimalisasi potensi zakat di daerah.

“Pola kerja BAZNAS Kota Bekasi kami nilai masih cenderung normatif dan belum menghadirkan terobosan baru, baik dalam penguatan kerja sama dengan sektor swasta maupun dalam strategi penghimpunan zakat dan infak,” ujar Yusril, di Kota Bekasi, Kamis (5/2/2026).

Menurut Yusril, hingga saat ini sumber utama penghimpunan dana BAZNAS Kota Bekasi masih didominasi oleh zakat profesi aparatur pemerintah serta sebagian kecil masyarakat. Padahal, potensi zakat di Kota Bekasi dinilai jauh lebih besar apabila dikelola dengan pendekatan yang inovatif dan profesional.

Selain persoalan kinerja, GP Ansor Kota Bekasi juga menyoroti aspek tata kelola dan transparansi lembaga. Yusril menyebut pengelolaan website resmi BAZNAS Kota Bekasi terkesan kurang optimal dan tidak mencerminkan semangat akuntabilitas publik.

“Website BAZNAS Kota Bekasi terlihat tidak terurus dan tidak menampilkan informasi mendasar, termasuk profil pimpinan. Hal ini penting karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat,” katanya.

Ia menambahkan, lemahnya transparansi berpotensi membuat masyarakat beralih menyalurkan zakatnya ke lembaga lain yang dinilai lebih terbuka dan akuntabel.

Yusril juga mengingatkan adanya sejumlah temuan pada audit sebelumnya yang dilakukan BAZNAS RI terhadap BAZNAS Kota Bekasi. Temuan tersebut antara lain berkaitan dengan pengelolaan website, penarikan zakat dari ASN non-Muslim, serta penyaluran bantuan dengan nilai besar yang dinilai belum memiliki dasar asnaf yang jelas.

“Temuan-temuan itu seharusnya menjadi bahan evaluasi serius agar tata kelola BAZNAS ke depan lebih baik dan profesional,” ujarnya.

Atas dasar itu, GP Ansor Kota Bekasi mendorong BAZNAS RI bersama Pemerintah Kota Bekasi untuk melakukan pembenahan menyeluruh melalui penunjukan pimpinan yang memiliki kepemimpinan kuat, kemampuan manajerial yang mumpuni, serta visi inovatif dalam pengelolaan zakat.

“BAZNAS harus dikelola oleh figur yang kredibel dan berkompeten agar mampu menjawab tantangan pengelolaan zakat dan menjaga kepercayaan publik,” pungkas Yusril.***

Go toTop
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88